Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok Saat Musim Hujan

- Februari 18, 2017

Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok Saat Musim Hujan

 
. . Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok
TATA warga Blok Pataking, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka sedang menyemprot mangga bersama temannya di kelurahan Munjul untuk memperkuat bunga agar tidak rontok terkena curah hujan yang tinggi, serta mengurangi serangan hama.* TATA warga Blok Pataking, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka sedang menyemprot mangga bersama temannya di kelurahan Munjul bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperkuat bunga agar tak rontok di kenai curah hujan yng tinggi, dan mengurangi serangan hama. Petani mangga di Majalengka kini terus melakukan penyemprotan bunga mangga bagi atau bisa juga dikatakan untuk memperkuat agar tak rontok di kenai curah hujan yng era ini masih Amat tinggi. Musim mangga sendiri diperkirakan akan dimulai pada Juni mendatang. Pendapat dari keterangan sejumlah petani serta bandar mangga penyemprotan di artikel ini di lakukan hampir setiap minggu, lantaran curah hujannya Amat tinggi. Penyemprotan pertama di lakukan bagi atau bisa juga dikatakan untuk merangsang agar bunga mampu muncul lebih cepat, sesudah keluar bunga penyemprotan di lakukan terus menerus agar bunga tak rontok dan menghindari hama wereng serta serangga lain-lainnya. “Kalau tidak disemprot seperti ini bunganya rontok terkena hujan, selain itu karena awal sudah terbiasa disemprot sekarang akhirnya bila ingin berbuah bagus harus terus dirangsang dengan penyemprotan seperti ini, bila tidak pembuahan kurang baik,” ungkap Tata warga Blok Pataking, Keluarahan Munjul ditemui sedang nyemprot mangga. Hal yng percis pun disampaikan Ajis petani lain-lainnya. Setiap minggunya dia mengaku menghabiskan obat-obatan sampai-sampai jutaan rupiah lantaran pohon mangga yng Perlu di semprot cukup tidak sedikit. Dia membeli sejumlah perkebunan mangga di Munjul serta Ciandeu. Bila pemeliharaan tidak lebih baik, dia khawatir fenomena tahun 2013 kemarin terulang lagi hampir sebagian besar perkebunan mangga tak berbuah. Ada beberapa jenis obat serta pestisida yng diraciknya bagi atau bisa juga dikatakan untuk disemprotkan antara lain merupakan geometrin, kabio serta panrani. Pendapat dari Ajis serta Tata,pemeliharaan pohon serta bunga mangga di lakukan secara terus menerus yang telah di sebutkan guna menghindari kerugian semisal yng dialami tahun lalu. Pada tahun lalu curah hujan tak sebesar saat ini akan tetapi sebenarnya sebagian besar pohon mangga tak berbuah. Bunga mangga sesudah mekar menghitam serta rontok. Rontoknya bunga mangga yang telah di sebutkan, sebetulnya tidak sedikit petani yng menduga akibat pembuahan yng di lakukan yang dengannya cara dirangsang secara terus menerus. Itu di lakukan petani sesudah mengetahui adanya obat-obatan yng dijual di toko. Tidak heran bila musim mangga akhirnya tak sesuai siklus tahunan semisal umumnya. “Kemarin banyak kebun mangga yang tidak berbuah itu memang diduga akibat terlalu seringnya disemprot, namun kini petani tidak kapok malah sekarang semakin sering karena semakin takut bunga rontok, serta meyakini dengan disemprot bunga mangga akan kuat,” kata Ujang petani lain-lainnya. Sementara itu para petani memprediksi musim mangga tahun ini telah mampu dimulai pada bulan Juni mendatang, malah ulai Mei mangga telah ada yang dengannya harga tidak murah. Tahun lalu harga mangga di Majalengka cukup tinggi, kondisi yang telah di sebutkan diduga akibat minimnya panen. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk harumanis harga terendah dari tingkat petani mencapai Rp 2.000,-/kg, di bandar di jual Rp 3.000,- sampai-sampai Rp 5.000,-/kg. Demikina pun yang dengannya mangga cengkir serta golek harganya tak jauh eda. Gedong gincu pernah sempet mencapai harga Rp 20.000.-/kg sampai-sampai Rp 30.000,-/kg kualitas super dari tingkat petani harga terendah mencapai Rp 8.000,-/kg bagi atau bisa juga dikatakan untuk kualitas super. Beberapa tahun sebelumnya harga mangga di tingkat petani bagi atau bisa juga dikatakan untuk mangga harum manis pernah sempet mencapai Rp 750,- sampai-sampai Rp 1.500,-/kg, serta gedong gincu Rp 5.000,-/kg. Lantaran murahnya harga mangga era itu tidak sedikit sejumlah petani memilih tak menjualnya.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2014/03/23/274908/penyemprotan-antisipasi-bunga-mangga-rontok Sponsored Links loading... Loading... .

Source Articles & Image : petanitop.blogspot.com

Seputar Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok Saat Musim Hujan

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Penyemprotan Antisipasi Bunga Mangga Rontok Saat Musim Hujan