Kreatif Petani Ini Mengganti Media Tanam dengan Batang Pisang.

- Januari 07, 2017

Kreatif Petani Ini Mengganti Media Tanam dengan Batang Pisang.

 
. . Tukimin (49), petani asal Desa Kaliabu Kabupaten Madiun, sukses memperlihatkan diri ke publik bahwasanya kemarau bukan halangan bagi atau bisa juga dikatakan untuk bercocok tanam.
Lewat pemikiran sederhananya. Petani sayur mayur ini mampu memberikan inspirasi kepada petani bagi atau bisa juga dikatakan untuk tetap berinovasi serta menyesuaikan diri terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Tukimin, Petani Hebat Melawan Kemarau
Tukimin 'melawan' kebiasaan. Bagaimana tak, disaat di beberapa daerah para petani menjerit serta berpangku tangan menunggu pasokan air era kemarau, ia tetap bertahan.
Kemudian apa hebatnya Tukimin?
Sejak enam bulan lalu, Tukimin berinovasi mengganti media tanam bagi atau bisa juga dikatakan untuk sayur-sayurannya yang dengannya batang pisang. Akan tetapi siapa sangka, sebenarnya ide itu berjalan efektif.
“Awal mulanya saya melihat batang pohon pisang dipakai secara horizontal ataupun berebah. Akan tetapi sesudah saya terapkan, batang pohon pisang cepat kering dalam sebulan,” kata Tukimin, Rabu 5 Agustus 2015.
Karena itu peserta lomba Inovasi Vertikultura Gebyar Gapoktan Tahun 2015 di Kabupaten Madiun ini pun berinisiatif mempergunakan batang pisang yang dengannya posisi vertikal.
“Keuntungannya jika vertikal, batang pohon pisang ini bisa lebih bertahan lama, sekitar dua bulan. Selain itu, bisa dilubangi lebih banyak lagi sehingga bisa menanam lebih banyak,” kata Tukimin.
Akan tetapi Tukimin mewanti-wanti, bahwasanya batang pohon pisang ini cuma bagi atau bisa juga dikatakan untuk tanaman sayuran. “Karena media tanahnya sedikit maka yang sesuai adalah tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam,” ujarnya.
Tukimin menjelaskan bahwasanya cara membuatnya Amat simpel. Batang pisang dipotong sepanjang satu meter, yang dengannya pangkal diletakkan di bawah.
“Ujung atas, dilubangi dengan menghilangkan jantung batang pohon pisang, sekitar 20 centimeter. Pada batang bagian samping juga dilubangi menyamping selebar sekitar 8 cm dengan tinggi yang sama, berkedalaman sampai menyentuh jantung pohon pisang,” katanya.
Pada dinding samping batang pohon pisang ini, dibuat beberapa lubang yang dengannya jarak sekitar 20 cm. “Sebaiknya dibuat menyilang,” tuturnya.
Pada setiap lubang lalu diisi yang dengannya tanah yng dicampur yang dengannya kompos kotoran kambing serta arang sekam padi, yang dengannya perbandingan campuran 1:1:1.
“Campuran tanah ini sebaiknya dibiarkan dulu beberapa hari, sebelum sayuran ditanam,” sambungnya.
Batang pisang untuk melawan kemarau
Hasil karya inovatif Tukimin, pelepah pisang jadi media tanam.

Menjdai penguat batang sayuran, Tukimin membuat pupuk alami. “Pupuknya hanya cairan dari rendaman serabut kelapa yang direndam selama seminggu. Saya tidak menggunakan bahan pupuk maupun insektisida pabrik,” ucapnya.
Kelebihan batang poson pisang yng dipakai menjdai media tanam sayuran ini, selain mampu menghemat tempat, pun menghemat air bagi atau bisa juga dikatakan untuk menyiram lantaran tanaman mampu menyerap air pada pelepah batang pohon pisang, cocok bagi atau bisa juga dikatakan untuk musim kemarau,” ujar Tukimin.
Seluruh bahan yng dipakai adalah limbah. “Batang pohon pisang sangat melimpah, karena pohon pisang selalu ditebang setelah berbuah, begitu juga dengan pupuk dari air rendaman serabut kelapa,” katanya.
Hasil dari panen yng mempergunakan media tanam batang pohon pisang ini, Tukimin tak lagi membeli sayuran lantaran mampu dipetik dari halaman sendiri. Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/657813-tukimin-petani-hebat-melawan-kemarau Sponsored Links loading... Loading... .

Source Articles & Image : petanitop.blogspot.com

Seputar Kreatif Petani Ini Mengganti Media Tanam dengan Batang Pisang.

Advertisement
 

Cari Artikel Selain Kreatif Petani Ini Mengganti Media Tanam dengan Batang Pisang.